Profil Asrama
Ketika sekolah Santa Maria didirikan 155 tahun yang lalu, saat itu para Suster juga diminta mendirikan asrama atau dalam bahasa Belanda "Internaat".
Asrama ini dimaksudkan untuk menunjang adanya persekolahan dan kebutuhan tinggal anak-anak yang orang tuanya kebanyakan tinggal di 'luar kota' di onderneming ( perkebunan ).
Dengan berjalannya waktu, di mana murid-murid sekolah ternyata datang dari tempat-tempat yang dekat dengan sekolah, maka asrama anak-anak dibubarkan. Akan tetapi terdapat persoalan baru : guru-guru sekolah Santa Maria banyak yang datang dari luar Jakarta. Mereka membutuhkan tempat tinggal. Untuk itulah asrama dibuka kembali. Akan tetapi fungsinya untuk para guru / karyawan Santa Maria.
Ketika para guru / karyawan satu per satu meninggalkan asrama karena mereka menikah dan punya rumah, maka kembali asrama 'kosong'.
Ketika para suster mendirikan SPG dan SKKA atau SMK sekarang, banyak orang tua murid yang menanyakan apakah ada asrama bagi anak-anak mereka yang tinggal cukup jauh dari sekolah. Kembali para suster memikirkan bahwa memang dirasakan perlu membuka asrama untuk putri - putri ini, dengan tujuan :
1. Memberikan pelayanan tempat tinggal bagi anak-anak yang rumahnya cukup jauh
2. Memberikan kesempatan anak-anak untuk belajar disiplin dan mandiri
3. Mengenalkan kehidupan masyarakat kecil yang terdiri dari pelbagai suku
Jadi sebenarnya pelayanan asrama ini ditujukan bagi anak-anak yang bersekolah
di Santa Maria.
Akan tetapi karena Santa Ursula dan Santa Theresia tidak mempunyai asrama, sedangkan beberapa anak sangat membutuhkan tempat tinggal, kami juga memberi kesempatan pada anak-anak SMA Santa Ursula dan SMA / SMK Santa Theresia.
Nyatanya dengan kombinasi ini, hidup dalam asrama semakin bervariasi, dan
tertantang untuk menjalin kesatuan sebagai asuhan Suster Ursulin di Jakarta.