Santa Angela

Desenzano adalah nama sebuah tempat di daerah Lombardi, dekat danau Garda, Italia Utara. Di desa ini Angela lahir. Tidak ada catatan tanggal yang pasti kapan dia lahir. Tetapi menurut tradisi diperkirakan bahwa dia lahir pada tanggal 21 Maret 1474 dari keluarga Thomas Merici.

Menurut catatan keluarga Merici adalah keluarga sederhana yang taqwa kepada Tuhan dan senantiasa memberikan bimbingan dan pendidikan kepada anak-anaknya. Di tengah gejolak perang dan kemerosotan moral yang melanda pada masa itu, keluarga ini tetap berusaha menanamkan nilai-nilai moral dan penghargaan terhadap nilai-nilai luhur dan martabat manusia.

Sayang sekali Angela kecil tak lama merasakan kebahagiaan dan kasih sayang saudara dan kedua orang tua. Mula-mula saudaranya meninggal karena sakit dan tak lama kemudian kedua orang tuanya juga meninggal karena wabah penyakit. Sejak umur belasan tahun dia telah menjadi yatim piatu, maka dia hidup dalam asuhan keluarga Biancosi ( pamannya ). Bersama keluarga Biancosi, Angela mengenal dan mengalami warna-warni kehidupan kaum elite, karena mereka termasuk salah satu bangsawan menengah di Salo. Pesta dan kemewahan lain dialaminya dan dengan segera Angela menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang ada. Namun hal ini tidak membuat Angela menjadi lupa akan pendidikan yang telah dia terima dari kedua orang tuanya. Apalagi keluarga Biancosi juga termasuk keluarga yang saleh.

Kerinduannya untuk selalu dekat dengan Tuhan membuat Angela tidak pernah lupa untuk berdoa. Keprihatinannya akan sesama yang menderita membuat dia menjalani hidup dengan banyak melakukan matiraga. Kerinduan untuk hidup sederhana dan hidup suci, rela berbagi dengan sesama mendorong Angela bergabung menjadi anggota Ordo Ketiga Santo Fransiskus. Pada waktu itu anggota ordo ketiga mendapat hak istimewa : boleh menyambut Tubuh Kristus ( komuni ) 3 kali dalam seminggu.

Tahun 1495, setelah sang paman wafat, ia kembali ke desanya, Desenzano. Dalam sepinya hidup di Desenzano tanpa sanak saudara seolah menjadi kesempatan bagi Angela untuk mengolah diri menerima tugas perutusan-Nya.

Cara hidup Angela yang selalu tekun dalam doa, hidup sederhana, berani matiraga, terbuka untuk menerima siapa pun yang datang, menarik perhatian gadis-gadis dan perempuan-perempuan di Desenzano. Sebab pada masa sesudah perang bukan hanya kerusakan dan keruntuhan secara fisik yang nampak dari hancurnya gedung dan lain-lain, tetapi lebih dari itu semua adalah runtuhnya moral dan penghargaan terhadap martabat dan pribadi manusia. Banyak perempuan yang menjadi korban kebengisan mereka yang berperang, banyak anak lahir tanpa tahu siapa orang tuanya. Maka kehidupan Angela menjadi mercusuar bagi para gadis dan perempuan di Desenzano.

Semakin hari semakin banyak orang yang tertarik dengan cara hidupnya. Bukan hanya dari kalangan yang miskin, kecil, dan terlantar. Berbagai sumber mengatakan banyak bangsawan dan biarawan yang datang untuk minta nasihatnya, minta dibantu dalam doa untuk suatu permohonan, bahkan dalam perselisihan, mereka datang pada Angela untuk didamaikan. Angela menerima mereka semua dengan tulus.

Munculnya Tunas Baru.

Hari berganti, tahun pun berlalu. Selain mereka yang datang minta pertolongan, ada pula yang datang memberikan bantuan dan mendukung karyanya. Maka Angela semakin dapat menerjemahkan kehendak Tuhan terhadap dirinya. Namun kerendahan hatinya membuat dia tidak terlalu gegabah menerima tugas perutusan Tuhan. Dimintanya pendapat dari Pst.Serafino pembimbing rohaninya. Setelah mendapat dukungan moral, barulah dia mengambil keputusan. Sebelum keputusan itu dilaksanakan, dia bersama 14 orang lain berziarah dan berdoa di Varallo. Mereka mempersembahkan seluruh rencananya kepada Tuhan.

Pada masa itu emansipasi dan gerakan feminis belum berkembang seperti zaman ini. Para gadis dan kaum wanita tidak boleh mengambil keputusan untuk dirinya sendiri. Para gadis sangat tergantung pada kemauan orang tua ( masuk biara atau menikah ) dan wanita yang bersuami sangat tergantung pada suami mereka.

Angela ingin memberikan pilihan ketiga pada para wanita yang tidak mau menikah dan juga tidak mau masuk biara. Maka pada tanggal 25 November 1535 dibentuklah suatu persekutuan bagi para wanita itu di bawah perlindungan Santa Ursula dengan jumlah anggota 28 orang. Persekutuan ini kemudian disebut sebagai KOMPANI SANTA URSULA yang merupakan cikal bakal dari ORDO SANTA URSULA.

Keluarga adalah titik awal kehidupan. Maka para wanita yang menjadi anggota persekutuan Santa Ursula tetap tinggal dengan keluarga masing-masing, dan tidak disatukan dalam satu komunitas atau closter ( biara ). Mereka harus menjadi garam dan terang bagi keluarganya. Dalam keluarga mereka membangun iman dan moral. Dia menjadi cermin bagi keluarga. Oleh karena itu mereka dituntut untuk selalu mendekatkan diri kepada Tuhan dalam doa dan cinta pada sesama, hidup sederhana dan matiraga, senantiasa menjaga diri dalam pergaulan.

Tahun 1536 Persekutuan ini mendapat pengakuan resmi dari pimpinan tertinggi Gereja Lokal, yaitu Uskup Agung Brescia : Mgr. Lorenzo Muzio. Sedangkan pengakuan dan peresmian dari Tahta Suci Roma mereka terima dan ditandatangani oleh Paus Paulus III pada tanggal 9 Juni 1544.

Angela yakin bahwa persekutuan ini akan bertumbuh dengan teguh dan berakar dalam masyarakat, sebab persekutuan ini berasal dari Tuhan. Keyakinan ini tertulis dalam wasiat terakhir kepada para putrinya bahwa: Jika Tuhan sendiri yang menanam persekutuan ini, siapa gerangan dapat mencabutnya ?

Memang benar. Dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1537, anggota persekutuan Santa Ursula menjadi 76 orang. Tahun 1539 sudah bertambah menjadi 150 orang. Pada Kapitel pertama tahun 1537, Angela diangkat menjadi pemimpin Persekutuan Santa Ursula sampai di hari akhir hidupnya di dunia ini yaitu : 27 Januari 1540. Dari hari ke hari, tahun ke tahun, persekutuan ini tidak hanya bertambah jumlah anggotanya, namun bertambah luas wilayahnya. Saat ini tersebar di 36 negara antara lain : Eropa Barat, Eropa Timur, Amerika, Afrika, Asia, bahkan sejak tahun 1856 sampai ke Indonesia.

Tanggal 30 April 1768, Paus Klemens XIII memberikan gelar Beata kepada Angela. Dan selanjutnya baru tanggal 13 Mei 1807 Angela Merici diangkat menjadi 'Santa' oleh Paus Pius VII. Untuk mengenang perjuangan dan kesaksian imannya, Gereja katolik selalu merayakan pesta namanya setiap tanggal 27 Januari.