Profil KB - TK
Sejarah Awal Pada tanggal 25 November 1535 Persekutuan Santa Ursula didirikan oleh santa Angela di Brescia, Italia. Beliau adalah seorang yang tanggap terhadap keadaan social waktu itu dan ingin menyehatkan keadaan masyarakat yang bobrok. Sejumlah gadis dikumpulkan, dididik, dan dipersiapkan untuk kemudian dapat menangani masalah-masalah dalam lingkungan hidup mereka. Dengan bekal pengetahuan dan ketrampilan, mereka mewujudkan nilai-nilai kristiani melalui pengabdian yang tulus dalam memperbaiki keadaan masyarakat pada umumnya dan kedudukan kaum perempuan pada khususnya. Pada tanggal 8 agustus 1536 persekutuan ini diresmikan oleh gereja dengan pelindung Santa Ursula. Semboyan yang dipilih adalah SERVIAM = AKU MENGABDI. Sejak tahun 1857 suster-suster Ursulin mulai berkarya di Indonesia dengan lokasi di Jalan Juanda. Dua tahun kemudian mereka memperluas pengabdiannya di Jalan Pos Jakarta. Karya pendidikan di sekolah merupakan bidang kerasulan yang utama. Selain itu mereka mengembangkan bentuk pengabdian lain, diantaranya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kerja sama di bidang pastoral. KB-TK Santa Maria terletak di Jl.Ir.H.Juanda no. 29 Jakarta Pusat, dibawah naungan Yayasan Nitya Bhakti. Program pembelajaran di KB-TK Santa Maria menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan konsep pembelajaran Katolik melalui metode pembelajaran yang efektif dan fun, dengan mengembangkan potensi anak melalui :
1. Pengembangan fisik, meliputi motorik kasar dan motorik halus.
2. Pengembangan kognitif matematika dan lain-lain berdasarkan pendidikan Katolik.
3. Pengembangan bahasa, dengan melatih komunikasi efektif.
Sebagai bagian dari Ursulin Internasional (Internasional Ursulin), sekolah Ursulin Indonesia meningkatkan kerjasama dengan alumni dan sekolah-sekolah Ursulin, baik di Indonesia maupun ditingkat internasional, khususnya di Asia Pasifik.
Bidang Pengembangan:
1. Pengembangan Moral dan Nilai-nilai agama
2. Pengembangan Social Emosional
3. Pengembangan Fisik
4. Pengembangan Kognitif
5. Pengembangan Bahasa
6. Pengembangan Seni